Pengikut

Kamis, 17 November 2011

Puluhan Orangutan Dibantai di Kutai Kartanegara

Siapakah yang salah di sana?
Mari kita lihat dulu dari akarnya, yaitu bahwasannya penanaman kelapa sawit skala industri memiliki dampak buruk yang fatal:
1.      Merusak ekosistem dan habitat pada areal yang digunakan untuk lahan penanaman kelapa sawit karena untuk memenuhi permintaan industri membutuhkan jumlah yang banyak dan bersifat kontinyu maka membutuhkan pula lahan yang luas dan hal ini berarti harus menebang pepohonan pada areal hutan yang luas, akibatnya ekosistem dan habitat yang ada di hutan tersebut akan rusak. (pertanyaannya, manakah yang merupakan hama? Orangutan atau pepohonan kelapa sawit yang menggantikan hutan habitat orangutan, hati kita masing-masing tahu jawabannya).

Jumat, 11 November 2011

Judul Resume: Mutation Analysis of Mitochondrial DNA Control Regions: A Study on Ectoderm Tissues

(Analisis Mutasi Daerah Kontrol DNA mitokondria: Sebuah Studi Jaringan Ektoderm)

Oleh:
Yohanis Ngili, Yoni F. Syukrian, Adang S. Ahmad dan A. Saifuddin Noer
Publikasi:
International Seminar Biotechnology OII / 66

Resumer: Irwandi
Pendahuluan
Riset genomik DNA mitokondria (mtDNA) manusia dengan sifat-sifatnya yang khas mewarnai perkembangan research and development bidang bioteknologi. Sifat tersebut di antaranya bentuknya yang melingkar sepanjang  16.569 pb, dengan cara penomoran urutan nukleotida pada genom mitokondria yang disusun oleh Anderson, sistem penomoran ini disebut juga cambridge reference sequence (CRS) (Anderson et al, 1981).  Sifat khas lain yaitu mtDNA manusia sangat polimorfik karena laju mutasi yang tinggi (5-10 kali lebih cepat daripada mutasi urutan nukleotida pada DNA inti), dan diwariskan secara maternal (Asnar, 2006).