(Analisis Mutasi Daerah Kontrol DNA mitokondria: Sebuah Studi Jaringan Ektoderm)
Oleh:
Yohanis Ngili, Yoni F. Syukrian, Adang S. Ahmad dan A. Saifuddin Noer
Publikasi:
International Seminar Biotechnology OII / 66
Resumer: Irwandi
Pendahuluan
Riset genomik DNA mitokondria (mtDNA) manusia dengan sifat-sifatnya yang khas mewarnai perkembangan research and development bidang bioteknologi. Sifat tersebut di antaranya bentuknya yang melingkar sepanjang 16.569 pb, dengan cara penomoran urutan nukleotida pada genom mitokondria yang disusun oleh Anderson, sistem penomoran ini disebut juga cambridge reference sequence (CRS) (Anderson et al, 1981). Sifat khas lain yaitu mtDNA manusia sangat polimorfik karena laju mutasi yang tinggi (5-10 kali lebih cepat daripada mutasi urutan nukleotida pada DNA inti), dan diwariskan secara maternal (Asnar, 2006).